Kota Kinabalu : Brunai ‘Melayu Islam’

Januari 8, 2011 2 komentar

MELANCONG, ke Brunai Darussalam, tidak dapat tidak, mendatangkan sensasi tersendiri. Perbedaan mencolok, terutama bukan pada tata kota atau ‘persahabatan’ dengan alam, sebab hal tersebut banyak dipraktikkan kota-kota besar yang dibangun berkesadaran tinggi. Tetapi, pada pencirian kemelayuan dan keislamanannya.

Pergi ke bagian mana saja di Brunai, Bahasa Melayu menjadi penunjuk didampingi bahasa Inggris. Kota kecil Bandar Sri Begawan dan Negara kecil Brunai Darussalam, bolehlah dikata menegakkan identitas Melayu dan Islam. Soal kadar aplikasi dalam kehidupan masyarakat itu soal lain lagi. Yang pasti, kebijakan pemerintah sangat jelas tertampak pada pampangan resmi. Baca selengkapnya…

Kategori:Perjalanan

Kota Kinabalu : Narsisme?

Januari 7, 2011 Tinggalkan komentar
NARSISME. Ya, narsisme, bukan narsis (silakan cek di kamus, KBBI). “Tulisan Sampeyan kok narsis banget”. Kiranya, tidak sedikit yang ‘menembak’ www.webersis com dan facebook Ersis Warmansyah Abbas ketika membaca aneka tulisan atau postingan foto. Narsisme? Terserah sajalah.
Menulis, dalam kerangka Ersis Writing Theory (EWT) ‘menuangkan’ apa yang ada di pikiran sebagai formulasi pengalaman atau raupan panca indera atau pun hasil olah pikir. Kalau dalam bentuk foto apa yang ditangkap kamera. Narsisme? Ya, terserah sajalah. Baca selengkapnya…
Kategori:Perjalanan

Kota Kinabalu : Melancong Ke Brunia

Januari 6, 2011 2 komentar

RISIKO perjalanan, bisa jadi, kenyataan melenceng dari apa yang direncanakan. Sebagai perpanjangan lawatan ke KeKe, Alhamdulillah, ‘Kelompok Delapan’ mampu menikmati. Merasakan sebagai sensasi. Kalau tidak dialami tentu tidak medapat pengalaman seru. Kami merencanakan tiba di Bandar Sri Begawan pukul 16.00 eit pukul 21.00 baru sampai. Gara-gara sungai selebar 60 meter tersebut.

Begitu sampai hujan lebat menyambut. Celakanya, Ringgit Malaysia tidak berlaku. Setelah meyakinkan ‘indahnya’ perjalanan barulah petugas mau dibayar dengan RM. Kalau rupiah, persis seperti di Sabah dan Serawak, mereka ogah. Setelah chek in kami mencari ATM dan restoran. Lucu saja melihat pejabat kampus tertatih-tatih. Dua personil ditagih asam urat yang seorang sejak kedatangan di Sabah sudah disapa sakit. Siapa menyusul? Maklum, di negeri orang tanpa istirahat. Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized

Kota Kinabalu: ‘Dicandai’ Sungai

Januari 4, 2011 4 komentar

PERJALANAN darat Sabah-Serawak-Brunai Darussalam yang ‘cantik’ sungguh sangat menyenangkan. Hutan, ya sepanjang jalan disuguhi hutan perawan atau bentangan laut menawan. Delapan kali pemeriksaan, bisa jadi membosankan, tetapi sepadan dengan suguhan alam. Sopir bus memang sudah berisyarat akan ada kemacetan di perbatasan Serawak-Brunai Darussalam, tetapi tidak separah ini. Maklum hari libur. Dan, KeKe lagi giat-giatnya membangun kepariwisataan.

Kami menangguk pengalaman melapor ke Pejabat Emigrisen di setiap pelintasan. Keluar Sabah distop kantor imigrasi Serawak seperti juga masuk Brunai. Celakanya, ada wilayah Brunai menyela wilayah Serawak. Lebih celaka, perbatasan ditandai sungai selebar 60 meter. Ini pokok soalnya. Tidak ada jembatan. Menyeberang menggunakan kapal fery yang dalam hitungan menit sampai ke seberang. Baca selengkapnya…

Kategori:Perjalanan

Kota Kinabalu: Macet dan Ribet Dalam Keindahan Alam

Januari 4, 2011 Tinggalkan komentar

BRUNAI DARUSSALAM adalah agenda kunjungan disela acara di Sabah. Mohammad Ary (Kepala Perencanaan Unlam), Bambang (Kepala Perpustakaan Unlam), Somad (PD III Paperta). Eko (PD III Fakedok), Faisal (PD III Fahutan), Ahyani (PD III Fahukum), Rizani (PD III Faternak) dan saya, pagi 28 Desember 2010 pada pukul 06.00 berjalan kaki ke gerbang kampus. Menuju taksi jemputan sembari berolahraga.

Taksi membawa ke Terminal Antar Bangsa KeKe. Membeli tiket dan sarapan. Pukul 08.00 bus bergerak dengan kecepatan 70-80 km. Saleh dan Aidil bergantian sebagai ‘pilot’. “Kalau kelajuan 100 km/per jam taruhannya dipecat”. Rupanya, keselamatan menjadi hal utama. Tidak ada selip-selipan. Bus dilengkapi GPRS dan dipantau oleh perusahaan. Baca selengkapnya…

Kategori:Perjalanan

Kota Kinabalu: Memulai dari Kampus?

Januari 3, 2011 8 komentar

KUNJUNGAN ke Sabah dan Brunai Darussalam berbasis di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Sabah. Setelah tiga kali festifal, UiTM didaulat sebagai tuan rumah Festifal Tari Borneo yang bertajuk: Perkampungan Budaya Seni Serumpun. Tepatnya, menggalang ‘keserumpuan’ antar perguruan tinggi se-Borneo atau se-Kalimantan. Pada awalnya dimulai dari seni, kini dikembangkan dengan seminar dan kiranya akan terus ‘diperlebar’ ke berbagai bidang.

Kampus UiTM adalah kampus baru setelah pindah dari kawasan kota. Terletak di ketinggian Kota Kinabalu (KeKe), di pinggir laut, berlahan seribuan ha sungguh menjadi kampus idaman. Fasilitas kampus yang lengkap dibangun menurut kontur tanah dengan mempertahankan hutan, dan menanam aneka pohon sehingga tertampak sebagai kampus hutan. Kiranya UiTM yang baru dibangun akan menadingi kampus Universiti Malaysia Sabah (UMS) yang mengangumkan, kampus hutan menawan yang dibangun tahun1994 dan menjadi ikon kepedulian dan kebersatuan dengan alam. Baca selengkapnya…

Kategori:Perjalanan

Kota Kinabalu: Berkunjung Ke ‘KeKe’

Januari 2, 2011 4 komentar

MELANCONG ke Kota Kinabalu sudah agak lama dirindukan. Gencarnya promosi parawista Malaysia, Truly Asia semakin membuat penasaran. Ketika berkunjung ke Semenanjung Malaysia, keinginan semakin menjadi. Apakah gencarnya pembangunan juga berlaku di Malaysia Borneo tersebut.

Kota Kinabalu? Yoi. Lazim ditulis K.K dan dilafazkan ‘KeKe’ bukan hanya berpaduan ketradisional dan kemoderenan, tetapi terlebih perpaduan keindahan alam dan aplikasi keberpikiran moderen. Sekalipun bukan pelancong sejati, mata ‘menagkap’ selain Sumatera Barat, keindahan Sabah, Serawak, dan Brunai Darussalam memuaskan nafsu mata untuk memandang keindahan alam. Baca selengkapnya…

Kategori:Perjalanan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.